Deddy Corbuzier Debut Jadi Produser Film Horor, Ini Tantangannya

0 Comments

Deddy Corbuzier menjalani debut sebagai produser film bergenre horor melewati film Malam Pencabut Nyawa besutan sutradara agen sbobet Sidharta Tata. Deddy yang gemar menonton film horor ini tergerak untuk terlibat dalam progres produksi film horor karena mengamati cerita unik yang disuguhkan dalam film ini.

“Ini film horor pertama yang saya produseri. Aku kan suka nonton film horor, melainkan di indonesia secara cerita belum ada yang manusianya ngelawan. Jadi saat ada cerita di mana manusia lawan setannya secara harfiah ini agak beda. Makanya kemudian gue masuk,” ujar Deddy Corbuzier saat dijumpai di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Deddy mau menentukan bahwa film produksi BASE Entertainment ini bukan sekadar menimbulkan jumpscare untuk menakut-nakuti penonton melainkan tenaga pada karakter utama yang dikisahkan mempunyai tenaga juang tinggi untuk melawan mahluk halus.

Berdasarkan Deddy, konsep hal yang demikian unik dan mempunyai kebaruan yang belum banyak ditonjolkan dalam film horor yang beredar di bioskop-bioskop tanah air. Ditengah gempuran film horor yang semacam itu menjamur, Deddy menyadari semacam itu pentingnya mencari pembeda dan keunikan dalam film yang akan dirilisnya.

“Jikalau mau sukses film horornya apa bedanya karenanya saat dapat ide gimana yang menarik yaitu saat kita bertemu, kita ngobrol ini manusianya ngelawan nah saat manusianya melawan kayaknya menarik nih. Jadi ide pertamanya dahulu buat saya bagus banget,” sambungnya.

Sebagai produser film horor, Deddy Corbuzier menikmati betul sulitnya memproduksi film yang harus menerapkan CGI. Lebih-lebih dalam film Malam Pencabut Nyawa, efek CGI digabungkan dengan set lokasi yang sudah dibangun. Deddy malahan memahami betul bahwa kegagalan penerapan CGI akan merusak keseluruhan film sehingga hal itu menjadi tantangan tersendiri untuknya.

“Bikin alam mimpinya karena harus tampak real melainkan itu mimpi. Gabungan antara set dan CGI dan jikalau itu jelek makanya semua film jelek. Makanya alam mimpinya harus bagus. Jikalau yang bikin produksinya lama. Jikalau kita invest kan kita lihat produksinya seperti apa hingga mendetail seperti apa. Kita dapat kasih masukan yang berfaedah buat filmnya,” pungkasnya.

Related Posts