American Murder: The Family Next Door

Hal Menarik Film Dokumenter ‘American Murder: The Family Next Door’

0 Comments

Setelah film dokumenter The Social Dilemma (2020) menyedot perhatian banyak penonton, Netflix kembali merilis produk sinematik bergenre serupa yang terhitung tidak kalah menarik berjudul American Murder: The Family Next Door. Jenny Popplewell yang pada mulanya dikenal sebagai seorang produser bertindak sebagai sutradara untuk karya audio visual berdurasi 82 menit ini.

Berkat visi dan eksekusi yang baik berasal dari Popplewell beserta timnya, kisah nyata pembunuhan keluarga Christopher Watts beralih menjadi karya sinematik yang ciamik. Situs penilai film sbobet alternatif yang kredibel seperti Rotten Tomatoes lebih-lebih memberikan nilai 84 prosen atau 2 prosen lebih sedikit berasal dari The Social Dilemma.

Penilaian yang memadai tinggi ini pasti tidak terlepas berasal dari beragam perihal yang menarik terhitung format penuturan cerita yang seimbang dan kelihaian di dalam menyusun rekaman mentah menjadi sebuah film yang utuh. Apa saja sejumlah perihal menarik lainnya yang ada di dalam film dokumenter ini supaya layak untuk ditonton? Berikut ini ulasannya.

1. Film dokumenter yang menyerupai drama thriller-mystery

Penuturan cerita di dalam film dokumenter ini begitu menarik. Alih-alih menonjolkan sisi penegak hukum demi menciptakan nuansa heroik, film ini justru merekonstruksi momen pembunuhan keluarga Christopher Watts secara dramatis.

Meski begitu, drama yang tersaji di dalam film ini diolah secara tidak berlebihan. Menyaksikannya serupa mengerikannya saat menonton film fiksi bergenre thriller-mystery. Penonton diajak mencari pelaku dan motif pembunuhan keluarga yang tampak harmonis tapi mesti berakhir bersama pilu.

2. Seluruh materi film ini pakai arsip rekaman mentah atau footage

Alih-alih pakai pemeran fiksi sebagai ilustrasi cerita, film ini justru pakai arsip rekaman mentah atau footage yang kebetulan ada begitu banyak. Sebagian besar berasal berasal dari konten unggahan istri Christopher Watts, Shanann, di account sarana sosialnya yang banyak menayangkan foto dan video keluarga mereka.

Selain itu, ada terhitung rekaman kamera kepolisian dan wawancara kontrol poligraf atas Christopher Watts yang begitu mendebarkan. Aneka rekaman itu kemudian dijalin menjadi cerita bersama pakai arsip percakapan pesan singkat pada Shanann dan temannya terhitung suaminya Christopher Watts.

Semua bahan itu dapat dibuka bersama enteng atas persetujuan keluarga korban yang tetap hidup dan pihak kepolisian. Sutradara film dan tim penyunting gambar bekerja begitu keras untuk menyatukan footage dan mengubahnya menjadi cerita utuh yang menarik sekaligus memilukan.

3. Film ini mengangkat kisah nyata kasus pembunuhan bagian keluarga Christopher Watts yang menyedot perhatian warga Amerika

Pembunuhan pada bagian keluarga yang tampak romantis ini berlangsung pada 13 Agustus 2018. Kisah pembunuhan ini terhitung yang paling tragis di Colorado lebih-lebih di Amerika Serikat. Sebab pelaku pembunuhan atas Shanann, ibu yang tengah mengandung, dan ke dua anaknya yang tetap balita adalah suaminya sendiri, Christopher Watts.

Pada November 2018, Christopher Watts terbukti bersalah bersama vonis melakukan kejahatan tingkat pertama bersama hukuman penjara seumur hidup. Ia terbukti, secara sah dan meyakinkan, membunuh istrinya di kediamannya sendiri dan menyingkirkan nyawa ke dua anaknya dan juga menghilangkan mereka di kawasan perminyakan tidak jauh berasal dari rumahnya.

Baca juga:

Kisah ‘Twitter Killer’, Pembunuh Sadis yang Mutilasi Korbannya dan Disimpan di Kulkas

Rekomendasi Film Horor Terseram Sepanjang Masa, Wajib Ditonton!

4. Film dokumenter ini mengangkat tema kekerasan di dalam rumah tangga

Selain menyerupai drama thriller-mystery, sisi menarik berasal dari film dokumenter ini terhitung gara-gara mengangkat tema kekerasan di dalam rumah tangga. Tema ini begitu layak mendapatkan sorotan gara-gara tidak sedikit kasus pembunuhan pada bagian keluarga yang lebih pernah dipicu bersama laku kekerasan yang berulang kali.

Apalagi film garapan Jenny Popplewell ini begitu mengetahui menampilkan kengerian tindak kekerasan di dalam rumah tangga yang dibalut bersama sikap kepedulian yang semu berasal dari pelakunya. Dalam film ini, pirsawan bakal merasa geram bersama sikap pura-pura peduli Christopher Watts pada istri dan ke dua anaknya.

5. Film ini berhasil muncul berasal dari mainstream dokumenter kejahatan yang biasa tayang di televisi

Gaya penuturan cerita di film dokumenter ini begitu tidak serupa bersama langgam yang biasa muncul di film dokumenter kejahatan di televisi. Biasanya, sebuah kasus kejahatan yang bakal dijadikan produk sinematik diolah berdasarkan urutan urutan bersama kemunculan suara penutur yang bercerita secara dramatis.

Belum lagi tambahan rekaman interview fiktif yang emosional dan condong berlebihan. Formula yang enteng ditebak dan terkesan mengada-ada ini justru membuat pirsawan kehilangan nuansa kehidupan riil yang mestinya merasa di dalam sebuah karya dokumenter. Namun seluruh itu tidak muncul di dalam film dokumenter garapan Jenny Popplewell ini.

6. Menguak sisi lain keharmonisan keluarga yang dipamerkan di sarana sosial

Film dokumenter tentang kasus pembunuhan bagian keluarga ini membuka mata pirsawan betapa segala yang tampak baik dan manis di sarana sosial tidak dan juga merta berbanding lurus bersama kehidupan nyata. Beberapa di antaranya jadi berakhir mengerikan seperti keluarga Christopher Watts.

Fenomena sarana sosial dan interaksi pernikahan di film ini dapat menjadi bahan renungan tentang pentingnya melindungi interaksi yang baik di dunia nyata alih-alih memamerkan kehangatan di sarana sosial. Film ini sekaligus terhitung mengajak pirsawan untuk tidak tertipu bersama keindahan unggahan di sarana sosial supaya pirsawan selamanya menyimpan rasa peduli atas keluh kesah kawan atau kerabat yang kerap mengunggah konten kebahagiaan di sarana sosialnya.

Related Posts