Javed Iqbal

Javed Iqbal, Pria Sadis yang Divonis Hukuman Mati: Disiksa hingga Dimutilasi

0 Comments

Javed Iqbal adalah seorang pria asal pakistan yang telah membunuh setidaknya 100 anak laki-laki. Entah kenapa dia sanggup tega melakukan aksi sadis pembunuhan berantainya tersebut, yang menyadari dirinya pantas untuk meraih hukuman mati.

Javed Iqbal lahir di Lahore 1956 , Punjab, Pakistan. Ia merupakan putra keempat berasal dari enam bersaudara. Ayahnya bernama Mohammad Ali Mughal,adalah seorang pedagang yang kaya raya. Javed telah miliki kebiasaan menekuni dunia bisnis berasal dari dirinya masih duduk di bangku sekolah menengah atas, sampai pada akhirnya ia mendirikan bisnis pembuatan baja di tidak benar satu rumah dan tinggal di sana dengan anak laki-lakinya.

Pembunuhan Sadis

Javed telah melakukan pembunuhan sadis kepada ratusan anak laki-laki di kota tempat ia tinggal. Sebagai orang kaya di daerahnya, tentunya mudah untuk Javed melakukan apa saja yang ia sudi juga merayu anak-anak. Dengan begitu, dia dapat mudah merubah anak-anak di sana untuk sudi diajak ke rumahnya. Korbannya biasanya adalah anak laki-laki yang berasal berasal dari keluarga miskin atau yang sering bermain keluar rumah.

Biasanya korban yang tergiur ajakannya dapat diajak bersenang-senang lebih-lebih dahulu seperti dibelikan makan atau dibelikan baju. Setelah sampai dirumah, mereka dapat diminumi obat tidur sampai tidak sadarkan diri. Setelah korban tidak sadar, Javed dapat melakukan tindakan asusila sambil merekam penyiksaan terhadap anak berikut sampai senang selanjutnya membunuhnya dengan cara yang terlampau sadis.

Baca juga:

Drama Korea Kerajaan Terbaru, Mengangkat Sejarah dan Percintaan

Hal Menarik Film Dokumenter ‘American Murder: The Family Next Door’

Para korban biasanya ditemukan dengan kondisi yang terlampau mengerikan. Tubuh mereka dipotong-potong menjadi beberapa anggota selanjutnya dimasukkan ke di dalam sebuah gentong yang berisikan cairan larutan hydrochlorid acid. Larutan berikut berwujud korosif sehingga apa saja yang dimasukkan ke dalamnya dapat hancur juga tubuh dan tulang-belulang manusia. Setelah korbannya hancur, Javed membuangnya ke saluran pembuangan. Hal inilah yang membuatnya sanggup untuk menyingkirkan barang bukti.

Penangkapan dan Vonis Hukuman

Usai ditangkap dan sempat mengelak, Javed pada akhirnya mengaku terhadap polisi kecuali dirinya telah melakukan pembunuhan terhadap 100 anak laki-laki dengan usia berkisar 6 sampai 16 tahun. Di rumahnya, polisi dan wartawan mendapatkan noda darah di dinding dan lantai dengan rantai yang diklaim Javed sebagai tempat eksekusi para korbannya. Dua gentong berisikan cairan asam dengan sisa-sisa tubuh manusia juga sukses ditemukan. Setelah menekuni sidang pengadilan, Javed dinyatakan bersalah dan dijatuhkan hukuman mati, di mana dirinya dapat dibunuh dengan cara yang identik sama dengan cara ia membunuh para korbannya. Yaitu disiksa, dimutilasi, dan dimasukkan ke di dalam gentong berisi cairan asam sampai tubuhnya hancur. Dan hukuman mati itu harus disaksikan oleh keluarga berasal dari para korban yang telah dibunuhnya. Tetapi, suatu hal mengejutkan sesudah itu terjadi. Belum sempat menggerakkan hukuman mati tersebut, Javed ditemukan telah tewas bunuh diri di dalam sel penjaranya.

Related Posts