Pedro Alonso

Pedro Alonso, Predator dari Peru yang Membunuh dan Memerkosa Ratusan Gadis Muda

0 Comments

Pedro Alonso Lopez adalah legenda pembunuh berantai yang akan terus diingat oleh masyarakat di sebagian negara di Amerika Selatan seperti Peru, Kolombia dan Ekuador. Di tiga negara tersebut, Lopez bertanggung jawab atas pemerkosaan dan menghilangkan nyawa orang lain yang melibatkan lebih dari 300 gadis muda.

Dengan julukan “Monster of The Andes,” ia menampakkan hasil pembunuhannya kepada polisi dengan membawa mereka ke sebuah pemakaman massal yang ia buat. Di pemakaman tersebut, terdapat 53 korban menghilangkan nyawa orang lain wanita yang berusia antara sembilan sampai dua belas tahun.

Pada tahun 1983, Lopez dianggap telah membunuh 110 gadis muda di Ekuador dan 240 gadis yang tersebar di negara tetangga, Peru dan Kolombia.

Pedro Alonso Lopez lahir di Santa Isabel, Peru tanggal 8 Oktober tahun 1948. Ibunya adalah seorang pelacur yang mempunyai 13 si kecil. Pengalaman masa kecilnya sungguh kelam. Pada umur delapan tahun, ia telah mengalami pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang pria. Selain itu, kami juga akan membahas tentang permainan judi online di situs link https://www.baznassarolangun.org/spaceman-slot/

Baca juga:

Javed Iqbal, Pria Sadis yang Divonis Hukuman Mati: Disiksa hingga Dimutilasi

Drama Korea Kerajaan Terbaru, Mengangkat Sejarah dan Percintaan

Pada umur 12 tahun, Lopez dibawa oleh keluarga Amerika dan teregistrasi di sekolah khusus si kecil yatim. Pada umur 18 tahun, ia telah masuk penjara akibat pencurian kendaraan beroda empat. Selama di penjara, ia diperkosa oleh geng. Untuk membalaskan dendamnya, ia membunuh tiga pemerkosa saat masih di penjara.
Setelah masa hukumannya berakhir, Lopez mulai memangsa gadis-gadis muda di Peru. Pada tahun 1978, Lopez mengklaim bahwa ia telah membunuh lebih dari 100 gadis muda. Lopez sempat tertangkap oleh masyarakat suku Inka dan bersiap untuk mengeksekusinya.
Melainkan, seorang misionaris Amerika Serikat turun tangan dan membujuk mereka untuk menyerahkan Lopez kepada polisi negara. Polisi malah segera membebaskannya. Lopez kemudian pindah ke Kolombia dan Ekuador dan membunuh sekitar tiga gadis per pekan. Pihak berwenang sebelumnya percaya hilangnya seperti itu banyak gadis disebabkan oleh perbudakan seksual atau pelacuran.

Lopez akibatnya dicokok ada bulan Maret 1980 setelah gagal melakukan penculikan global dan sukses dikepung oleh pedagang pasar di Ekuador. Pada Januari 1981, ia dinyatakan bersalah atas tiga menghilangkan nyawa orang lain. Polisi sendiri tak terlalu mengacuhkan fakta atas kuburan massal yang diperlihatkan oleh Lopez. Atas tindakannya tersebut, Lopez cuma dihukum selama 18 tahun, dan dibebaskan oleh pemerintah Ekuador pada tahun 1998. Pembebasan tersebut disokong oleh kondisi dari rekam medis yang menyuarakan bahwa ia edan dan akan ditahan berikutnya di komponen psikiatrik Rumah Sakit Bogota.

Related Posts