Pengejar Angin

Rekomendasi Film Berlatar Daerah

0 Comments

Negara Indonesia punyai banyak tempat bersama dengan suasana geografis, kebiasaan, tradisi istiadat serta budaya budaya yang beragam. Melalui film, pegiat seni memberikan kontribusi dalam  penggambaran menyadari suasana lingkungan serta penduduk yang ada di sebuah tempat baik berdasarkan perihal nyata maupun rekaan belaka.  Simak 5 Rekomendasi Film Berlatar Daerah untuk mengajak kamu lebih mengenal Indonesia serta masyarakat. Selain itu, di sini kami juga akan sedikit membahas tentang permainan judi online yang tersedia di link situs slot mahjong

1. Pengejar Angin

Film yang disutradarai Hanung Bramantyo ini mengusung latar kehidupan penduduk di tempat Lahat, Sumatera Selatan. Menceritakan seorang pelajar SMA yang cerdas dan berprestasi di bidang olahraga atletik bernama Dapunta. Tokoh utama dalam film ini diceritakan mengalami dilema dalam menentukan arah jaman depannya serta hadapi banyak kendala dalam mencapai mimpinya. Pemilihan alur cerita bersama dengan konflik pada orang tua dan remaja terhitung lingkungan lebih kurang ditambah berbagai penggambaran kendala dalam mencapai mimpi . Film bersama dengan nilai 6.9/10 menurut IMDb ini terhitung dapat dukungan pemeran yang apik dalam menyajikan cerita cocok porsinya. Film Indonesia kebanggaan provinsi Sumatera Selatan ini dibintangi aktor kawakan, seperti Mathias Muchus, Lukman Sardi, dan Agus Kuncoro. Penggunaan Bahasa Indonesia bersama dengan campuran Bahasa Melayu yang terhitung memberikan nuansa kedaerahan serta sebagian sebutan khas Lahat menjadikan film ini tambah menarik. Menyelipkan unsur cerita rakyat tentang hewan Harimau yang berkembang di tempat Sumatera Selatan jadi kekuatan tarik tersendiri.

Melalui film ini terhitung Mathias Muchus sukses mencapai penghargaan Pemeran Pendukung Pria Terbaik pada Festival Film Indonesia th. 2011. Penghargaan lain diperoleh film ini dalam ajang Festival Film Bandung untuk kategori Pemeran Utama Pria Terbaik oleh Qausar Harta Yudana dan Penulis Skenario Terbaik oleh Ben Sihombing. Pengejar Angin sanggup jadi saran film bagi Kamu yang dambakan lebih mengenal wilayah Indonesia terutama tempat Lahat, Sumatera Selatan serta bagaimana gemerlap perayaan Sea Games 2011 yang jadi tidak benar satu latar dalam film ini.

2. Yowis Ben

Film Indonesia bergenre drama komedi bersama dengan trilogy ini pertama kali tayang di th. 2018 bersama dengan nilai 8.3/10 menurut  IMDb. Kemudian pada 2020 Yowis Ben terhitung keluar sebagai series. Konflik yang keluar dalam sebuah kelompok band musik bernama Yowis Ben jadi menarik dibawakan bersama dengan dialog bahasa Jawa. Meskipun tidak seluruh pemainnya berasal dari suku Jawa, para pemain cukup baik dalam memanfaatkan bahasa maupun logat Jawa dalam film ini. Penggabungan Bahasa Indonesia dan Jawa dibalut konflik persahabatan khas remaja bersama dengan latar moderen menjadikan film ini dekat bersama dengan keseharian remaja Indonesia.

Tokoh dan pembawaan didalamnya pun punyai kesan dan pembawaan yang ringan namun punyai andil besar dalam menciptakan cerita yang menarik. Unsur drama dan komedi terhitung cukup baik dimainkan pada tiap adegannya. Yowis Ben sanggup masuk list  rekomendasi film untuk ditonton bersama dengan teman- rekan baik yang berasal dari suku Jawa atau bukan, karena memberikan banyak perspektif anak muda dalam mencapai idaman baik dalam hal karir maupun urusan asmara. Persahabatan yang diusung jadi tidak benar satu komponen pembangun film ini terhitung sukses jadi wadah tiap adegan komedi maupun adegan nyata-nyata dalam inti cerita Yowis Ben. Yowis Ben sanggup jadi tidak benar satu saran film drama komedi yang seru ditonton bersama dengan kawan akrab atau orang terdekat, terutama kembali mayoritas dialog dalam film yang mengangkat bahasa Jawa.

3. Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak

Film yang berlatar tempat Sumba, Nusa Tenggara Timur menyuguhkan kisah seorang janda bernama Marlina bersama dengan segala misteri tentangnya. Pengambilan gambar didominasi pemandangan Sumba tingkatkan unsur kedaerahan bersanding bersama dengan tokoh Marlina yang tangguh menunggangi kuda dan melalui perjalanan dalam 4 babak di hidupnya. Dengan nilai 7.0/10 menurut IMDb di film ini banyak kritik yang disampaikan melalui dialog, latar hingga penggambaran karakter.

Film yang sukses tayang di ajang Festival Film Cannes 2017 ini terhitung memberikan kita sudut pandang penduduk tempat terpencil di Indonesia. Dengan kesusahan ekonomi, kejahatan yang merajalela hingga bagaimana sulitnya akses kendaraan apalagi ke kantor polisi sekalipun. Dalam film Marlina topik masih banyaknya objektivitas perempuan terhitung keluar dalam sebagian dialog dan adegan. Alunan musik khas Sumba dipadukan pemandangan yang eksotik terhitung jadi nilai perlu film ini. Film ini cocok untuk Kamu jadikan saran film bersama dengan genre thriller dan drama terutama kembali belum banyak film bersama dengan genre semacam ini dan mengangkat sisi tempat terpencil.

4. Cahaya dari Timur: Beta Maluku

Film yang diklaim diangkat dari kisah nyata ini diawali bersama dengan adegan suasana konflik di Ambon pada th. 2000. Tokoh utama bernama Sani Tawainella yang diperankan Chicco Jerikho berada dalam suasana sulit di tengah konflik yang bergejolak. Sani merupakan mantan bagian tim nasional pelajar sepakbola Indonesia apalagi pernah bertanding hingga ke Brunei Darussalam. Latar belakangnya yang dekat bersama dengan dunia sepakbola serta keinginannya mengarahkan anak-anak Tulehu menyalurkan kekuatan mereka untuk berolahraga ketimbang join dalam kerusuhan mobilisasi hati Sani untuk mengabdi sebagai pengajar tim sepak bola anak-anak di Tulehu tanpa dibayar. Hal ini tentu sebabkan konflik dalam keluarga Sani yang saat itu bekerja sebagai ojek bersama dengan pendapatan berbanding jauh bersama dengan pengeluaran yang konsisten menghimpitnya dalam kemiskinan. Konflik pada Sani dan istrinya serta konflik dalam keluarga sebagian pembawaan anak didik Sani dikemas kental bersama dengan budaya kedaerahan.

Penggunaan dialek tempat hingga penggambaran latar saat dan suasana yang apik mengantarkan film bersama dengan nilai 8,2/10 menurut IMDb ini sukses mencapai berbagai penghargaan. Chicco Jerikho sukses memenangkan kategori Pemeran Utama Pria Terbaik, Cahaya dari Timur: Beta Maluku terhitung sukses jadi film paling baik dalam perhelatan Festival Film Indonesia 2014 dan masuk nominasi sebagian kategori di acara penghargaan lain. Film ini sanggup memberikan Kamu stimulan tinggi dari tokoh Sani terhitung anak-anak didiknya yang pantang menyerah hadapi berbagai halangan dalam mencapai mimpi bersama.

5. Sang Penari

Sang Penari diangkat dari novel trilogy berjudul “Ronggeng Dukuh Paruk” karya Ahmad Tohari. Film yang rilis th. 2011 ini beroleh nilai 7.2/10 menurut IMDb. Prisia Nasution dan Oka Antara jadi pemeran utama pria dan wanita dalam film yang menceritakan sebuah desa. Dalam film ini desa yang diceritakan adalah desa yang kental akan tradisi istiadat dalam kehidupan setiap warganya. Ronggeng di desa ini bukan saja merupakan hiburan atau kesenian belaka, lebih dari itu ronggeng seperti sebuah hal yang mengakar apalagi punyai proses yang terstruktur.

Berlatar th. 1960 an dan cukup menggambarkan peristiwa besar yang menimpa Indonesia saat itu Sang Penari sesungguhnya tidak secara gamblang nama desa atau tempat di Indonesia. Namun film ini mirip hal bersama dengan novelnya menyoroti sebuah cerita yang dibalut tema kedaerahan kental bersama dengan budaya tradisi istiadat. Saat saksikan film ini kita dihadapkan pada banyak sudut pandang dan pertimbangan dalam suasana yang genting. Konflik yang diciptakan terhitung memberikan kita deskripsi saat suatu desa sudah benar-benar lama menjadikan sebuah budaya bukan cuma sebagai warisan leluhur yang kudu dijaga, namun proses mengakar untuk keuntungan semata. Sang Penari mempunyai pulang banyak penghargaan di ajang Festival Film Indonesia 2011 diantaranya sutradara terbaik, film terbaik, pemeran utama wanita paling baik dan pemeran pendukung wanita terbaik. Meski menggambarkan suasana sebuah desa yang tidak benar-benar ada, namun film Sang Penari sanggup jadi saran film bersama dengan pengambaran latar kedaerahan.

Related Posts