Review Film Pemukiman Setan (2024): Perpaduan Aksi Kriminal dan Cerita Horor

0 Comments

Film Pemukiman Setan (2024) meniru kisah pelik Alin (Maudy Effrosina) yang terjebak dalam kesusahan ekonomi sesudah orang tuanya meninggal. Alin mesti memikul tanggung jawab sebagai si kecil sulung dan tulang punggung bagi adiknya.

Kehidupan Alin bertambah susah sebab ayahnya meninggalkan sejumlah utang. Hingga hasilnya sahabat Alin, Ghani (Bhisma Mulia) mengajaknya untuk bergabung dalam komplotan perampok. Bersama dua rekan lain, Fitrah (Daffa Wardhana) dan Zia (Ashira Zamita), mereka merencanakan perampokan rumah antik di tempat terpencil.

Selama aksi perampokan berlangsung, mereka menikmati banyak kejanggalan di rumah antik itu sampai menemukan seorang wanita yang terpasung hidup-hidup. Terdorong rasa iba, komplotan waroengkenangan.com ini melepaskan wanita yang bernama Sukma (Adinda Thomas) itu.

Anehnya tiba-tiba mereka diteror dan jalan masuk keluar tertutup. Mujur mereka berjumpa paranormal yang juga terjebak di sana, Urip Mahesworo (Teuku Rifnu Wikana).

Mampukah komplotan ini keluar dari rumah terkutuk itu dengan selamat? Sebetulnya ada rahasia apa di balik sosok Sukma?

Pemukiman Setan (2024) Punya Premis yang Unik

Film Pemukiman Setan (2024) menggabungkan dua genre, ialah heist dan horor yang masih cukup kental dengan nuansa lokal. Perpaduan genre inilah yang bikin premis ceritanya tampak dan tak terkesan membosankan.

Genre heist sendiri berkonsentrasi pada aksi kejahatan dan kezaliman yang dikerjakan oleh tokoh-tokoh dalam ceritanya, seperti film Mencuri Raden Saleh yang pernah booming. Nah, uniknya film Pemukiman Setan (2024) mencampurkan faktor-faktor horor dikala perbuatan kejahatan itu terjadi.

Unsur horor mulai terasa kuat dikala empat member komplotan menikmati hal-hal yang ganjil di rumah antik itu. Sampai hasilnya sosok Sukma yang misterius melengkapi plot mistis yang dibangun.

Karakter Urip yang mengenal cerita mistis di rumah itu bahkan menambah intensitas cerita. Terutama lagi, dia mengenal rahasia yang tersembunyi dalam diri Sukma sehingga menguatkan kesan horor di sepanjang film.

Setiap Karakter Pemukiman Setan (2024) Saling Terikat

Tak ada karakter yang cuma sekedar “tambahan” di film Pemukiman Setan (2024) sebab semuanya turut berperan menggerakkan cerita. Semenjak permulaan telah ada ikatan antara tokoh utama dengan Ghani, karakter yang berperan menjaga adik Alin.

Dalam lingkup komplotan bahkan ada sedikit perselisihan antara Alin dan dua rekan Ghani yang bikin ceritanya terasa dinamis. Nah, karakter yang menjadi kunci dalam cerita ini punya kisah yang menarik, seperti tokoh Urip dan Sukma.

Meskipun karakter Urip baru timbul di pertengahan cerita, melainkan pembawaan karakternya membikin alur film Pemukiman Setan (2024) terasa lebih hidup. Itu pula dengan karakter Sukma yang misterius dengan kisah kerasukan arwah di balik sosoknya.

Perselisihan Keluarga dalam Balutan Horor, Aksi, dan Humor

Ada banyak faktor yang tersaji dalam film Pemukiman Setan (2024). Akan melainkan, tiap-tiap faktor dikenalkan dalam porsi yang cukup tepat. Perselisihan cerita diawali dari persoalan finansial dalam keluarga yang kemudian berujung pada aksi kejahatan.

Aksi kejahatan yang memicu para tokoh terjebak dalam teror mistis ini terasa mencekam. Tapi, intensitas horor ini bisa diimbangi dengan pembawaan humor dari sosok Urip, karakter yang melengkapi jalan cerita.

Visual Cukup Gore dan Skoring Memuaskan

Dengan adanya plot horor karenanya film ini tidak lepas dari faktor gore, ya, Sob. Nah, film Pemukiman Setan (2024) https://www.beijingtokyobistrosf.com/ memasukkan kesan gore pada visualisasi hantunya. Kesan gore ini terbangun dengan cukup bagus.

Itu pula dengan skoring, aspek penting yang tak boleh dilewatkan apabila nonton film horor. Pendek kata, film ini sesuai buat ditonton apabila kau berharap tontonan horor dengan nuansa lokal yang lebih segar.

Related Posts