Review Film Thor: Love and Thunder

0 Comments

MCU masih melangsukan Phase 4 pada 2024 ini. Salah satu film MCU Phase 4 yang akan rilis pada 2024 ini merupakan Thor: Love and Thunder yang kembali melibatkan Chris Hemsworth sebagai pemeran sang Dewa Petir. Film pahlawan super Marvel ini telah tayang pada sejumlah bioskop Indonesia mulai 6 Juli 2024.

Sinopsis Thor Love and Thunder mengisahkan Thor yang memilih untuk pensiun sebagai pahlawan super. Tetapi, masa slot777 pensiunnya terganggu oleh kemunculan Gorr the God Butcher yang membantai para dewa pada alam semesta. Hal ini kemudian membuat sang Dewa Petir berhenti dari masa pensiunnya demi menghentikan Gorr dengan bantuan dari mantan kekasihnya, merupakan Jane Foster alias Mighty Thor.

Nah, sebelum kau nonton Love and Thunder di bioskop, simak terpenting dahulu ulasan KINCIR berikut ini!

Review film Thor Love and Thunder
Film yang menyenangkan, namun kurang terasa spesial

Love and Thunder kembali melibatkan Taika Waititi sebagai sutradaranya. Dengan semacam itu, tak mengherankan sekiranya Love and Thunder kembali mengusung genre komedi layaknya Thor: Ragnarok (2017). Jadi, sepanjang filmnya kau akan dapat melihat momen komedi yang jauh lebih banyak daripada film MCU pada lazimnya dengan konflik cerita yang juga enggak terlalu berat.

Porsi komedi dalam film ini malahan terbilang cukup ideal dan enggak terlalu mengganggu adegan emosionalnya. Celetukan konyol Thor serta sejumlah karakternya akan sukses membuat kau mengakak terbahak-bahak saat nonton. Tetapi, Love and Thunder juga masih memiliki sejumlah momen yang sukses menghangatkan hati hingga terharu sekalipun.

Cuma saja, berdasarkan KINCIR Love and Thunder enggak terlalu meninggalkan kesan yang semacam itu spesial sebagai sebuah film MCU. Kau memang akan memiliki pengalaman menonton yang menyenangkan sepanjang film berkat sejumlah momen komedinya. Akan namun, saat filmnya berakhir, enggak ada perasaan spesial yang membekas dari filmnya.

Hal ini sebenarnya telah seperti “penyakit” yang dialami oleh sejumlah proyek MCU Phase 4 sebelumnya. Karena, bagus Love and Thunder ataupun proyek MCU Phase 4 sebelumnya lebih terkesan seperti film standalone yang kurang berperan besar terhadap masa depan perfilman pahlawan super-nya.

Related Posts